It is exciting to learn something new, actually.
However... To really feel excited, I should recall my learning spirit that somehow has been buried deep inside my daily routine.
Today, I find it :)
Hopefully I can well maintain it until the very end of my journey.
Aamiin ya robbal alamiin...
Showing posts with label Work. Show all posts
Showing posts with label Work. Show all posts
Saturday, July 12, 2014
Learn Something New
Tuesday, May 06, 2014
Hectic
Belakangan merasa hectic banget.. Antara Khalif, rumah, pekerjaan, dan sekolah. Sejauh ini itu urutan prioritas (tepok jidattt!!! Helllooooowwww... Argo sekolah udah jalan sebulan niiihhhh).
Dan dengan prioritas seperti itu aja korbannya adalah badanku yang remuk.. Mulai dari vertigo, masuk angin, migren, darah rendah, dan lemes berkepanjangan. Hiks..
Kalau ada yang harus kulepas, itu kemungkinan besar .... pekerjaan..
......
....
...
..
.
Or maybe I need a better time management? Oh my...
Dan dengan prioritas seperti itu aja korbannya adalah badanku yang remuk.. Mulai dari vertigo, masuk angin, migren, darah rendah, dan lemes berkepanjangan. Hiks..
Kalau ada yang harus kulepas, itu kemungkinan besar .... pekerjaan..
......
....
...
..
.
Or maybe I need a better time management? Oh my...
Saturday, August 04, 2012
Open + Close : Alhamdulillaaah ^^
Alhamdulillahirabbil 'alamiin...
Thank you Allah atas semua berkah-Mu...
Lega sekali rasanya setelah melewati sidang terbuka hari Kamis tgl 2 Agt yg lalu. Memang sih, setelah mendapat kabar dari Sensei bahwa nilai saya sudah dimasukkan ke departement, rasanya saya menjadi lebih relax.
Hari rabu itu saya hanya latihan 1 x saja, lalu membaca list tanya jawab yang sudah saya susun, lalu membaca list pertanyaan dari Saito Sensei... Sisanya saya malah menyibukkan diri untuk merivisi thesis sesuai comment para examiner atau ngerjain proposal yg laen lagi :D
Catatan dari Sidang Tertutup :
1. Examiner saya ada 3 : Nabetani Sensei, Araki Sensei dan Saito Sensei. Pertanyaan paling banyak disampaikan oleh Saito Sensei. Sebagian pertanyaanya sudah saya antisipasi tapi ada satu pertanyaan yg di luar dugaan saya, meski akhirnya beliau tampak puas juga dg jawaban saya. Araki Sensei nanya cuma 2 pertanyaan, tapiii semua di luar dugaan saya (oh well!), bahkan yg kedua sangat general hingga saya sampai sempat berharap boleh menjawabnya pakai bahasa Indonesia hehehe...
Note to self : lain kali perlu rehearsal di depan teman yg beda bidang tapi masih beririsan supaya ada masukan pertanyaan.
2. Idola baru : Saito Sensei !! Bliau ini adalah satu di antara tiga dosen wanita di departement saya. Dan beliau ini satu2nya sensei wanita yang merupakan full researcher di dept saya, yg dua lagi adjuct professor alias alifiasi di research institute. Bisa dibilang sebagai makhluk langka lho! Sensei di Todai, cewek ! Imagine the competition! And she is so smart and so beautiful! Melihat bliao ini melecut semangat to be a good researcher ! :)
Catatan dari Sidang Terbuka :
1. Sempet bertanya2, untuk apa ya sidang terbuka ini kalo score saya udah submit? Ternyata oh ternyata, setelah sidang terbuka ini, para sensei meeting membahas nasib kami lulus tidaknya... ckckck.. plus, menentukan final score (jadi yg kemarin itu belum final score) huks... (info ini sy ketahui SETELAH sidang, halaaahhh)... naseb jadi angkatan pertama, serba bingung trus akhirnya ya udah lah kita jalani saja...
2. Sebelum presentasi dimulai, salah satu kohai saya sempat komentar, kok saya kelihatan tenang sekali,.. hehehe... saya cuma jawab sambil nyengir, "trus saya musti gimana donk" ... tapi memang, alhamdulillah.. saya merasa tenang, tidak grogi ataupun deg-degan... Sesekali saya merasa tangan saya dingin lalu saya berdoa.
3. Sensei yang datang buanyaaakkk ... fiuh... Ada 4 sensei yg nanya ke saya : Saito Sensei, Araki Sensei, Takahashi Sensei, dan Matsumoto Sensei... Alhamdulillah bisa saya atasi semuanya...
Note : adanya 2 kali sidang ini adalah peraturan baru di departemen kami, khusus untuk student di program IPADS, oktober entrance. Sy salah satu mahasiswa pertama di program ini. Untuk student reguler, sidangnya 1 x saja berupa sidang terbuka dengan presentasi 12 menit, tanya jawab 5 menit. Sedangkan yg saya alami adalah untuk sidang tertutup presentasi 20 menit + tanya jawab 40 menit, dan sidang terbuka presentasi 20 menit + tanya jawab 10 menit. Alhamdulillah sudah dilalui dengan baik :)
Thank you Allah atas semua berkah-Mu...
Lega sekali rasanya setelah melewati sidang terbuka hari Kamis tgl 2 Agt yg lalu. Memang sih, setelah mendapat kabar dari Sensei bahwa nilai saya sudah dimasukkan ke departement, rasanya saya menjadi lebih relax.
Hari rabu itu saya hanya latihan 1 x saja, lalu membaca list tanya jawab yang sudah saya susun, lalu membaca list pertanyaan dari Saito Sensei... Sisanya saya malah menyibukkan diri untuk merivisi thesis sesuai comment para examiner atau ngerjain proposal yg laen lagi :D
Catatan dari Sidang Tertutup :
1. Examiner saya ada 3 : Nabetani Sensei, Araki Sensei dan Saito Sensei. Pertanyaan paling banyak disampaikan oleh Saito Sensei. Sebagian pertanyaanya sudah saya antisipasi tapi ada satu pertanyaan yg di luar dugaan saya, meski akhirnya beliau tampak puas juga dg jawaban saya. Araki Sensei nanya cuma 2 pertanyaan, tapiii semua di luar dugaan saya (oh well!), bahkan yg kedua sangat general hingga saya sampai sempat berharap boleh menjawabnya pakai bahasa Indonesia hehehe...
Note to self : lain kali perlu rehearsal di depan teman yg beda bidang tapi masih beririsan supaya ada masukan pertanyaan.
2. Idola baru : Saito Sensei !! Bliau ini adalah satu di antara tiga dosen wanita di departement saya. Dan beliau ini satu2nya sensei wanita yang merupakan full researcher di dept saya, yg dua lagi adjuct professor alias alifiasi di research institute. Bisa dibilang sebagai makhluk langka lho! Sensei di Todai, cewek ! Imagine the competition! And she is so smart and so beautiful! Melihat bliao ini melecut semangat to be a good researcher ! :)
Catatan dari Sidang Terbuka :
1. Sempet bertanya2, untuk apa ya sidang terbuka ini kalo score saya udah submit? Ternyata oh ternyata, setelah sidang terbuka ini, para sensei meeting membahas nasib kami lulus tidaknya... ckckck.. plus, menentukan final score (jadi yg kemarin itu belum final score) huks... (info ini sy ketahui SETELAH sidang, halaaahhh)... naseb jadi angkatan pertama, serba bingung trus akhirnya ya udah lah kita jalani saja...
2. Sebelum presentasi dimulai, salah satu kohai saya sempat komentar, kok saya kelihatan tenang sekali,.. hehehe... saya cuma jawab sambil nyengir, "trus saya musti gimana donk" ... tapi memang, alhamdulillah.. saya merasa tenang, tidak grogi ataupun deg-degan... Sesekali saya merasa tangan saya dingin lalu saya berdoa.
3. Sensei yang datang buanyaaakkk ... fiuh... Ada 4 sensei yg nanya ke saya : Saito Sensei, Araki Sensei, Takahashi Sensei, dan Matsumoto Sensei... Alhamdulillah bisa saya atasi semuanya...
Note : adanya 2 kali sidang ini adalah peraturan baru di departemen kami, khusus untuk student di program IPADS, oktober entrance. Sy salah satu mahasiswa pertama di program ini. Untuk student reguler, sidangnya 1 x saja berupa sidang terbuka dengan presentasi 12 menit, tanya jawab 5 menit. Sedangkan yg saya alami adalah untuk sidang tertutup presentasi 20 menit + tanya jawab 40 menit, dan sidang terbuka presentasi 20 menit + tanya jawab 10 menit. Alhamdulillah sudah dilalui dengan baik :)
Wednesday, August 01, 2012
"Nguwongke"
Hari ini, saya merasa spesial...
Sensei tiba2 datang ke lab (fyi, dia itu kan selain kepala lab juga merangkap jadi pejabat di institute ini, jadi sehari2 ngantor di sono di gedung lain, bukan di lab) ... menemui saya, dengan tertawa lebar, khusus untuk bilang, "Congratulations! I have submitted your score!"
Waaaw, mau pingsan rasanya dapat kabar begini !
Sensei jauh2 panas2 datang ke lab, cuma mau bilang begitu! Dia kan bisa kirim email!!
Alhamdulillah... berkali2 saya bilang "Arigatou gozaimasu" sambil sibuk membungkuk.
Pas saya tanya, apa yang perlu saya perbaiki dari presentasi saya di sidang tertutup kemarin, dia cuma bilang, "No, no need. Your presentation is fine, it's good!"
Alhamdulillaah...
Padahal saya sempat malu hati karena ada satu pertanyaan mengganjal yg saya jawab dengan muter2 di alun2 kidul krn ngga inget istilah english-nya (ingat, law enforcement!!) .... huhuhuuu....
Terima kasih Sensei... anda benar-benar baik dan memperlakukan saya dengan baik banget..
Aaaah, saya selalu kagum dengan bagaimana orang-orang Jepang ini memperlakukan orang lain, kalau bahasa jawanya "nguwongke", orang jadi merasa dimanusiakan (halaah susah banget ya bahasa indonesianya) serta selalu full support.
Semoga saya bisa selalu seperti itu juga....
NB : kalau nilainya udah submit, trusss sidang yg besuk ini, buat apa yaah, kan brarti udah ngga ngefek ke nilai toh? (yeah nasib jadi angkatan pertama alias angkatan percobaan :p)
Sensei tiba2 datang ke lab (fyi, dia itu kan selain kepala lab juga merangkap jadi pejabat di institute ini, jadi sehari2 ngantor di sono di gedung lain, bukan di lab) ... menemui saya, dengan tertawa lebar, khusus untuk bilang, "Congratulations! I have submitted your score!"
Waaaw, mau pingsan rasanya dapat kabar begini !
Sensei jauh2 panas2 datang ke lab, cuma mau bilang begitu! Dia kan bisa kirim email!!
Alhamdulillah... berkali2 saya bilang "Arigatou gozaimasu" sambil sibuk membungkuk.
Pas saya tanya, apa yang perlu saya perbaiki dari presentasi saya di sidang tertutup kemarin, dia cuma bilang, "No, no need. Your presentation is fine, it's good!"
Alhamdulillaah...
Padahal saya sempat malu hati karena ada satu pertanyaan mengganjal yg saya jawab dengan muter2 di alun2 kidul krn ngga inget istilah english-nya (ingat, law enforcement!!) .... huhuhuuu....
Terima kasih Sensei... anda benar-benar baik dan memperlakukan saya dengan baik banget..
Aaaah, saya selalu kagum dengan bagaimana orang-orang Jepang ini memperlakukan orang lain, kalau bahasa jawanya "nguwongke", orang jadi merasa dimanusiakan (halaah susah banget ya bahasa indonesianya) serta selalu full support.
Semoga saya bisa selalu seperti itu juga....
NB : kalau nilainya udah submit, trusss sidang yg besuk ini, buat apa yaah, kan brarti udah ngga ngefek ke nilai toh? (yeah nasib jadi angkatan pertama alias angkatan percobaan :p)
Tuesday, July 31, 2012
My Closed Defense
Alhamdulillah..
akhirnya saya lalui juga closed defense pagi tadi...
Tadi pagi terbangun dengan terkejut karena khawatir kesiangan, ternyata masih jam 6.15 (soalnya semalam sempet ngga bisa tidur -- niatnya tidur jam 10 tapi akhirnya jam 12an juga tidurnya :p). Segera mandi dan sarapan (ups, masih belum puasa nih...), kemudian pakai baju untuk sidang. Baju baru lho.. bela2in beli stelan blazer dan kemeja baru demi sidang (yeah gimana lagi, blazer yg bawa dari Indonesia sudah kesempitan >.<). Melihat ke jendela... hmmm panaaasss... akhirnya saya putuskan blazer ditenteng saja.
Ah, benerlah.. setelah keluar dan jalan ke bus stop, udah mulai keringetan aja.. jam 7.45 berasa kayak jam 10 pagi >.<
Naik bis ke Tsukuba Station dan dapat kereta Rapid jam 8.26, alhamdulillah dapat duduk. Sepanjang jalan saya sudah ngga mikir mau belajar lagi deh... udah pasrah dengan ingatan saya... Hanya mengisi waktu dengan berdoa, liat2 hp, dan mencoba merem (tapi yg terakhir ini gagal).
Sampai Nezu Station, oooww... ada sensei jalan di depan saya :p setelah menyapa "ohayogozaimasu", rupanya beliau mengisi kartu pasmo, jadi saya jalan duluan...
Aaaah subhanallah, jalan menanjak dari Nezu ke kampus di tengah terik mentari dan udara lembab ini benar2 membuat saya kepayahan... bener2 keringetan, berasa baju basah semua huhuhuuu....
Sampai di lantai 4 gedung 2, hahaha... ruangan masih terkunci padahal pengen masuk buat ngadem. Akhirnya, numpang ngadem di ruang sebelah (baik banget bapak itu), sambil kipas2. Trus karena mau memeriksa kondisi baju basah kuyup ini, saya pun ke toilet.
Bener aja >.<
Ya ampun! Baju sudah basah kuyup gak karuan hiks.. hiks...
Akhirnya setelah semprot sana sini kipas2 sana sini, duh kurang 10 menit lagi... sayap putuskan : ya udah pakai aja blazernya utk nutupin kemeja yg amburadul ini :D cling! menyamar!! :D
Jeng jeeeng... dimualilah sidang saya hehehe...
singkat cerita, presentasi berjalan dengan lancar, tanya jawab juga oke, hanya sedikit terganjal satu pertanyaan yg general yang pas njawab saya sempat kebingungan 'adooooh ini bahasa inggrisnya apa yaaaaa' (dasar nasip kemampuan english pas-pasan hiks...). Jadi rasanya kurang puas deh saya...
Alhamdulillaah... dengan terlewatinya closed defense ini, rasanya berat saya turun 10 kg ^^
Now, be prepared for next battle : the opened defense, this thursday!
Stay tune!
akhirnya saya lalui juga closed defense pagi tadi...
Tadi pagi terbangun dengan terkejut karena khawatir kesiangan, ternyata masih jam 6.15 (soalnya semalam sempet ngga bisa tidur -- niatnya tidur jam 10 tapi akhirnya jam 12an juga tidurnya :p). Segera mandi dan sarapan (ups, masih belum puasa nih...), kemudian pakai baju untuk sidang. Baju baru lho.. bela2in beli stelan blazer dan kemeja baru demi sidang (yeah gimana lagi, blazer yg bawa dari Indonesia sudah kesempitan >.<). Melihat ke jendela... hmmm panaaasss... akhirnya saya putuskan blazer ditenteng saja.
Ah, benerlah.. setelah keluar dan jalan ke bus stop, udah mulai keringetan aja.. jam 7.45 berasa kayak jam 10 pagi >.<
Naik bis ke Tsukuba Station dan dapat kereta Rapid jam 8.26, alhamdulillah dapat duduk. Sepanjang jalan saya sudah ngga mikir mau belajar lagi deh... udah pasrah dengan ingatan saya... Hanya mengisi waktu dengan berdoa, liat2 hp, dan mencoba merem (tapi yg terakhir ini gagal).
Sampai Nezu Station, oooww... ada sensei jalan di depan saya :p setelah menyapa "ohayogozaimasu", rupanya beliau mengisi kartu pasmo, jadi saya jalan duluan...
Aaaah subhanallah, jalan menanjak dari Nezu ke kampus di tengah terik mentari dan udara lembab ini benar2 membuat saya kepayahan... bener2 keringetan, berasa baju basah semua huhuhuuu....
Sampai di lantai 4 gedung 2, hahaha... ruangan masih terkunci padahal pengen masuk buat ngadem. Akhirnya, numpang ngadem di ruang sebelah (baik banget bapak itu), sambil kipas2. Trus karena mau memeriksa kondisi baju basah kuyup ini, saya pun ke toilet.
Bener aja >.<
Ya ampun! Baju sudah basah kuyup gak karuan hiks.. hiks...
Akhirnya setelah semprot sana sini kipas2 sana sini, duh kurang 10 menit lagi... sayap putuskan : ya udah pakai aja blazernya utk nutupin kemeja yg amburadul ini :D cling! menyamar!! :D
Jeng jeeeng... dimualilah sidang saya hehehe...
singkat cerita, presentasi berjalan dengan lancar, tanya jawab juga oke, hanya sedikit terganjal satu pertanyaan yg general yang pas njawab saya sempat kebingungan 'adooooh ini bahasa inggrisnya apa yaaaaa' (dasar nasip kemampuan english pas-pasan hiks...). Jadi rasanya kurang puas deh saya...
Alhamdulillaah... dengan terlewatinya closed defense ini, rasanya berat saya turun 10 kg ^^
Now, be prepared for next battle : the opened defense, this thursday!
Stay tune!
Saturday, July 07, 2012
Plot 3D dengan Matlab
Disimpen di sini deh biar nggak lupa :O
ada lagi...
more :
ok, more :
this one as well :
O my God!! I love youtube!!! :D
ada lagi...
more :
ok, more :
this one as well :
O my God!! I love youtube!!! :D
Tuesday, July 03, 2012
Thursday, June 28, 2012
R
Baiklah... pada kesempatan ini saya ingin berterima kasih pada R.
R adalah sebuah software statistik open source, bisa di-download di sini : http://www.r-project.org/
Sejauh ini baru sedikit sekali saya gunakan, paling jauh baru multiple regression, hehehe... tapi alhamdulillah, kalau tanpa software ini, saya bakalan sudah gulung tikar dari 3 bulan yang lalu :D
Saya, si "pembenci statistik", mencoba untuk bersahabat dengan statistik, yang open source lagi !!
Saya "nekat" untuk belajar R karena menduga kuat bakal perlu statistik, tapi saya nggak punya software-nya sedangkan yang di kampus adanya JMP (belajar dari nol, nihongo pulak). Dan lagi, saya ogah pakai yang nonlegal. Lalu datanglah tawaran untuk ikut kelas R statistik ini, yang open source sehingga yakin ilmu ini bisa saya bawa pulang tanpa biaya. Maka saya pun sit-in saja, duduk manis belajar tanpa ambil kredit, diajar oleh Ninomiya Sensei yang begitu baik dan helpful. Baiklah, saya si "pembenci statistik" perlahan-lahan mulai menghapus rasa benci.
Masih harus banyak belajar...
Terima kasih open source!! Terima kasih R!! ^^
| R Project |
Sejauh ini baru sedikit sekali saya gunakan, paling jauh baru multiple regression, hehehe... tapi alhamdulillah, kalau tanpa software ini, saya bakalan sudah gulung tikar dari 3 bulan yang lalu :D
Saya, si "pembenci statistik", mencoba untuk bersahabat dengan statistik, yang open source lagi !!
Saya "nekat" untuk belajar R karena menduga kuat bakal perlu statistik, tapi saya nggak punya software-nya sedangkan yang di kampus adanya JMP (belajar dari nol, nihongo pulak). Dan lagi, saya ogah pakai yang nonlegal. Lalu datanglah tawaran untuk ikut kelas R statistik ini, yang open source sehingga yakin ilmu ini bisa saya bawa pulang tanpa biaya. Maka saya pun sit-in saja, duduk manis belajar tanpa ambil kredit, diajar oleh Ninomiya Sensei yang begitu baik dan helpful. Baiklah, saya si "pembenci statistik" perlahan-lahan mulai menghapus rasa benci.
Masih harus banyak belajar...
Terima kasih open source!! Terima kasih R!! ^^
Sunday, June 17, 2012
Bau-bauan di Lab
Kejadian hari itu benar-benar menyebalkan ...sekaligus menggelikan.
Kebetulan (nasib dah :p) researcher yang duduk sebelah saya, sebut saja Pakde, adalah seorang perokok. Sementara, saya orangnya ngga tahan asap dan bau rokok.
Naah hari-hari biasa, tiap kali dia datang dari tempat merokok (di Jepang, merokok tidak boleh di sembarang tempat, tapi harus di tempat yang sudah disediakan = Smoking Area), duuuh kepala saya kyk ditempeleng rasanya. Bau rokoknya menusuk hidung saya dan mbikin saya mabok dah. Masih untung saya berhasil nahan batuk ya. Saya sampai apal jam brapa saja dia kluar untuk ngrokok.
Pernah dulu saya pasang pengharum ruangan di meja saya, tapi... ya ampuuun, kena komplen karena katanya baunya terlalu strong buat idung orang jepang!!! Helooo... itu wangi buah tropis yang segar gitu loh... yaa akhirnya saya ngalah juga sih, pewangi ruangan itu saya bawa pulang aja.
Tapi hari itu spesial dong ya. Cuaca yg memanas membuat jendela di atas meja pakde dibuka. Jelas saja angin membawa aroma rokoknya kmana2, apalagi terasa banget buat saya yang di sbelahnya.
Sampe ngga konsen saya (hellloooo agaiiiinn, i'm trying to write my thesis here!!!). Sampe jadwal minum kopi saya majuin jadi jam 9.45 (biasanya jam 10 lewat) karna berharap wangi kopi bisa menetralisir bau ngga karuan itu. Tapi stelah kopi habis, bau lagi deeech... Hiks...
Akhirnya saya keluarin senjata pamungkas : minyak kayu putih. Jadilah tangan kanan saya ngetik, tangan kiri megang botol minyak kayu putih persis di depan hidung.
Lalu siang-siang lewatlah si om asisten big boss. Dia ngeliat saya kerja sambil hirup minyak kayu putih itu dan ketawa geli!! Katanya smbil ketawa, "Rani san, you are funny, kamu kayak lagi ngedrugs".
Wottt? Apa2an sih?? Masak disamain kayak ngehirup lem aibon gitu?? Trus saya musti jawab apa? Masak bilang buat nahan bau rokok? Akhirnya sambil cengar-cengir saya bilang, "eee... just to relax my self".
Halaaaah semakin ngakak lah dia! "Iya bener, itu kayak ngedrugs!!!" puaaaas banget dia ketawa :p
Heleeeh... Saya juga cuma bisa ketawa. Habis mo gimana coba? :)
Yaaah paling tidak, hal itu berhasil mengubah mood yg jelek sedari pagi :p
Saturday, June 09, 2012
Islam dan Pengembangan Industri Kimia
Alhamdulillah satu tulisan saya dimuat di website FKMIT
J
Ini untuk kegiatan yang namanya SOSIS (Sosial, Sains, dan Islam), yang membahas bidang masing-masing anggota dan menghubungkannya dengan Islam. SOSIS disampaikan bergilir di kalangan anggotanya di milis FKMIT. Giliran saya kebetulan minggu lalu (Jumat, 1 Juni 2012) dan sudah ditayangkan di sini : http://www.fkmit.org/berita/kegiatan/sosis/2012/06/02/sosis9-islam-dan-pengembangan-industri-kimia/
Ini isinya J
---------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamualaikum wr wb.
Terima kasih atas kesempatan untuk ber-SOSIS di tengah kondisi “kejar tayang” untuk masa akhir studi J Alhamdulillah menulis tulisan ini cukup menjadi refreshing buat saya. Dari pada bingung tidak ada ide, saya mengingat-ingat saja tentang yang saya pelajari yang kebetulan berkaitan dengan kimia, fisika, dan desain. Alat favorit saya dalam desain adalah distilasi, jadi saya berangkat dari situ saja J
Semoga SOSIS-nya cukup enak dan mengenyangkan, terutama bagi diri saya sendiri. Mohon maaf kalau ada rasa yang kurang pas. Selamat menikmati J
ISLAM & PENGEMBANGAN INDUSTRI KIMIA
Gambar di atas terdapat dalam sebuah manuskrip berbahasa Arab dalam sebuah buku tentang kimia yang tersimpan di British Museum.
Para Ilmuwan Muslim
Proses kimia pada dasarnya banyak berhubungan dengan eksperimen pada suatu bahan, dengan mengubah suatu bahan atau zat menjadi bahan yang lain. Ketika terjadi penyalahgunaan “alchemy” sebagai kegiatan yang berbau mistis, ketika para pemikir Yunani mengemukakan spekulasi dan analisis metafisis terhadap proses kimia, para ilmuwan muslim memimpin transisi menuju modern chemistry dan bekerja berdasarkan eksperimen.
Adalah seorang ilmuwan muslim bernama Jabir ibn Hayyan (atau Geber dalam dunia Barat) (108-191 H/722-815 M) yang mengembangkan berbagai proses kimia seperti sublimasi, oksidasi, kristalisasi, distilasi, dan filtrasi. Dia pula yang berhasil mengidentifikasi banyak produk baru seperti alkali, asam, garam, cat, dan grease. Buku-bukunya antara lain Al Khawass al-kabir (the Great Book of Chemical Properties), al-Mawazin (Weights and measure), dan Al-Asbagh (Dyes). Karya-karya Jabir dalam logam dan penggaraman berperan besar dalam pengembangan teknik pengecoran logam serta teknik glazing pada teknologi tiles dan keramik.
Seorang ilmuwan lain harus disebut adalah Al Razi atau Rhazes (250-318 H/864-932 M) yang bahkan disebut-sebut sebagai “founding father of truly modern chemistry”. Ia adalah ilmuwan yang sangat mencintai eksperimen. Hal penting yang kadang diabaikan oleh penulis sejarah adalah fakta bahwa beliau merupakan peletak dasar penataan laboratorium modern dalam prosedur/cara kerja, desain, deskripsi, dan penggunaan lebih dari 20 instrumen. Dalam bukunya Secret of Secrets, Al Razi mendiskripsikan beberapa proses penting, seperti distilasi dengan peralatannya, lengkap dengan alembic, still, dan exilir, yang masih kita gunakan hingga sekarang. Peralatan tersebut memungkinkan kita untuk memurnikan suatu zat hingga kemurnian yang tinggi.
Distilasi sendiri merupakan suatu istilah untuk proses pemurnian suatu bahan dari pengotornya dengan menggunakan prinsip perbedaan titik didih komponen di dalam bahan tersebut. Pengembangan peralatan distilasi ini tercatat telah memajukan ilmu kimia dan menumbuhkan industrinya, mengingat banyaknya bahan yang berhasil dimurnikan, misalnya alcohol (etanol) yang sangat berguna dalam dunia farmasi serta sebagai bahan baku bagi produk-produk kimia yang lain.
Alat distilasi ini kemudian berkembang pula ke bidang yang selain farmasi, yaitu ke industry bahan pangan, polimer, dan perminyakan. Minyak tanah dan bensin yang kita nikmati sekarang ini tentunya tak akan bisa kita gunakan jika tidak didahului dengan proses fraksinasi dan distilasi dari minyak bumi.
Kedua ilmuwan tersebut memanglah berperan besar dalam pengembangan kimia. Bahkan kata-kata yang sekarang dikenal luas dalam dunia kimia berasal dari bahasa Arab, seperti alembic, alcohol, dan exilir. Demikian juga logam Natrium (dari al-natrun) dan Kalium (dari al-qaliy) diambil dari bahasa Arab yang menunjukkan peranan ilmuwan di tanah Arab.
Sang Petunjuk Abadi
Beberapa ayat Al-Quran yang menjadi petunjuk abadi tentang proses kimia, antara lain adalah sebagai berikut.
1. Tentang manfaat madu dan kandungannya (“bermacam-macam warnanya”)
QS An – Nahl (16) : 69
69. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.
2. Tentang proses peleburan besi dan pencampuran logam
QS. Al-Kahfi (18) : 96
96. berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".
Mengagumkan… Semoga menjadi semakin bersemangat untuk mempelajari sunnatullah, ketetapan-Nya. Sungguh ilmu Allah sangatlah luas.
Note :
Oya jikalau ada kesempatan, sepertinya “Museum of Science and Technology in Islam” sangat menarik untuk dikunjungi lho. Link-nya saya sertakan di bawah. Terima kasih!
Salam,
Rani
Referensi :
2. Al Qur’an
5. The Advent of Scientific Chemistry,
http://muslimheritage.com/topics/default.cfm?TaxonomyTypeID=18&TaxonomySubTypeID=77&TaxonomyThirdLevelID=221&ArticleID=1004
Thursday, May 10, 2012
Sederetan DEADLINE :p
Akhirnyaaaa... datang juga pengumuman deadline2 penting saya...
July 6 : deadline for Summary of Thesis
July 13 : deadline for Thesis
Aug 2 : Final Presentation
Aug 9 : deadline for Final Thesis
Tau ngga apa komentar Sensei dengan jadwal ini ?
Yappari... I will Sensei ^^ Yang lain harap minggir yaaa :p
July 6 : deadline for Summary of Thesis
July 13 : deadline for Thesis
Aug 2 : Final Presentation
Aug 9 : deadline for Final Thesis
Tau ngga apa komentar Sensei dengan jadwal ini ?
"Let's enjoy the schedule"
Yappari... I will Sensei ^^ Yang lain harap minggir yaaa :p
Friday, April 27, 2012
Semangat!!
Waaaw.. sudah sebulan lebih ngga menulis... tenang sajaaa, saya menulis di tempat lain kok... maksudnya, menulis progress report, huaaa....
Hmmm... rupanya, sudah mau habis nih masa petualangan saya di Jepang.. sisa waktu yang ada betul2 harus saya manfaatkan sebaik2nya.. rasanya ingin minta tambahan waktu... tapi juga ingin cepat2 pulang...
Tinggal 3 bulan lagi menuju defense... atau bahkan mungkin kurang... Bismillahirrohmanirrohim... Gambarimasu! Semangattt!!!
Waktu main2 harus sudah banyak dikurangin (haduuuuhhh...), bahkan saya sudah memutuskan untuk gantung angklung, hehehe... ya kalo pemain bola kan gantung sepatu, saya gantung angklung aja deh :p
Padahal ini ada tawaran menarik sekali minggu depan, untuk main di charity show buat korban gempa tohoku di Miyagi Ken. Sayang sekali, saya ngga bisa ikut :(
Ah, banyak kegiatan yg terpaksa saya tolak, demi bersemedi di lab.. Apalagi saya kan orangnya hobi ngumpul2 dan jalan2... huhuhu.... Tapi sudahlah, harus kuat nih menahan godaan, hehehe...
Hmmm... tapi alhamdulillah, saya masih sangat usahakan untuk kegiatan syiar.. Mudah2an bisa menutupi kekurangan saya dalam ibadah yang lain... Alhamdulillah, tulisan saya yang lainnya ada di sini : http://todaimuslim.org/ ...alhamdulillah, masih ada juga sisa2 semangat sbg reporter SIGMA and ENTROPI, hehehe... mudah-mudahan bermanfaat :)
Oyaa, sakiiing lamanya ngga posting di sini, saya sampai lupa password tadi >.<
Hmmm... rupanya, sudah mau habis nih masa petualangan saya di Jepang.. sisa waktu yang ada betul2 harus saya manfaatkan sebaik2nya.. rasanya ingin minta tambahan waktu... tapi juga ingin cepat2 pulang...
Tinggal 3 bulan lagi menuju defense... atau bahkan mungkin kurang... Bismillahirrohmanirrohim... Gambarimasu! Semangattt!!!
Waktu main2 harus sudah banyak dikurangin (haduuuuhhh...), bahkan saya sudah memutuskan untuk gantung angklung, hehehe... ya kalo pemain bola kan gantung sepatu, saya gantung angklung aja deh :p
Padahal ini ada tawaran menarik sekali minggu depan, untuk main di charity show buat korban gempa tohoku di Miyagi Ken. Sayang sekali, saya ngga bisa ikut :(
Ah, banyak kegiatan yg terpaksa saya tolak, demi bersemedi di lab.. Apalagi saya kan orangnya hobi ngumpul2 dan jalan2... huhuhu.... Tapi sudahlah, harus kuat nih menahan godaan, hehehe...
Hmmm... tapi alhamdulillah, saya masih sangat usahakan untuk kegiatan syiar.. Mudah2an bisa menutupi kekurangan saya dalam ibadah yang lain... Alhamdulillah, tulisan saya yang lainnya ada di sini : http://todaimuslim.org/ ...alhamdulillah, masih ada juga sisa2 semangat sbg reporter SIGMA and ENTROPI, hehehe... mudah-mudahan bermanfaat :)
Oyaa, sakiiing lamanya ngga posting di sini, saya sampai lupa password tadi >.<
Sunday, February 26, 2012
Remunerasi dan Kinerja
Membicarakan soal remunerasi vs kinerja PNS seakan tiada habisnya. Caci maki sering kali saya dengar ataupun baca di koran atau TV atau percakapan di jejaring sosial. Caci maki muncul dari "kedua pihak" : yang PNS maupun yang non-PNS.
Yang PNS mencaci kenapa remunerasi tidak segera dilaksanakan sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Yang non-PNS memaki kenapa musti remunerasi sementara berita korupsi maupun buruknya kinerja PNS terus-menerus bermunculan. Dan tadi baca tentang ini : http://nasional.kompas.com/read/2012/02/25/1632400/DPR.Renumerasi.Gagal.Perbaiki.Moral.PNS.
Setiap ada berita ttg korupsi dan caci maki orang non-PNS terhadap PNS, dengan segala generalisasi keburukan, kemalasan, dan mentalitas, sebagai PNS saya merasa sakit. Saya merasakan berada dalam sistem dan berbagai kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan saya. Merasakan kesedihan karena berulang kali gagal mengajukan pembelian instrument analisa untuk riset. Merasakan capeknya bekerja dari pagi sampai malam dan betapa jarangnya saya pulang sebelum jam 5 sore. Merasakan ketidakfleksibelan dalam pembelanjaan bahan kimia dan alat-alat lab (sangat berbeda dengan di Jepang). Merasakan perbedaan yang nyata atas penghargaan terhadap hasil-hasil riset. Merasakan betapa sakitnya penolakan masyarakat yang masih mendewakan produk dari luar negeri.
Di lain pihak, saya merasakan gigihnya rekan2 sekantor kalau saling adu argumentasi teknis pekerjaan. Saya melihat bahkan ada yang menolak olahraga pagi di hari jumat karena mengurangi efektifitas kerja. Saya melihat semangat2 anak muda yang ceria. Saya melihat semangat mencari klien yg memerlukan knowledge dan expertise kami, eksuksi pekerjaan, hingga finalisasinya. Rasa-rasanya dalam 10 tahun saya bekerja, alhamdulillah saya tidak pernah menganggur, dan bekerja di atas 100 % (karena seringkali hari Sabtu pun masuk kerja).
Memang secara keseluruhan, organisasi ini sangat besar. Dan kantor saya hanyalah satu bagian saja. Dan saya tidak tahu bagaimana keadaan di luar sana. Bahkan di dalam kantor saya pun terkadang tiap pribadi pernah mengalami pasang surut dalam semangat kerja. Pun setiap orang memiliki kegigihan yang berbeda-beda dalam bekerja.
Dan sungguh secara pribadi, saya belum puas (dan tidak boleh puas) dengan hasil kerja saya hingga saat ini, saya harus lebih baik dan lebih baik lagi dengan segala keterbatasan.
Akan tetapi, tetaplah saya merasa sedih, apabila ada yang mencaci maki tentang "kinerja yang buruk", "datang siang, pulang awal", "apa yang sudah dikerjain sih, ngga ada hasilnya".
Rasanya saya ingin menjawab cacian itu, tapi bagaimana jika memang sebagian besar begitu? Apalah artinya kata2 saya?
Jadi buat saya, saya akan menjawabnya dengan bekerja sebaik-baiknya, menjaga amanah ini sebaik-baiknya, dan selalu istiqomah.. Bismillahirohmanirrohim... Semoga Allah SWT selalu memberikan saya kekuatan, kesabaran, dan kemudahan.
Buat PNS yang masih (bersama2) menanti remunerasi, mari kita buktikan dengan kerja dan hasil, bahwa kita memang LAYAK untuk renumerasi itu.
Buat non-PNS yang sibuk mencaci-maki, saya ajak anda semua untuk memberanikan diri masuk ke DALAM SISTEM dan marilah kita perbaiki bersama2.
Yang PNS mencaci kenapa remunerasi tidak segera dilaksanakan sementara kebutuhan hidup terus meningkat. Yang non-PNS memaki kenapa musti remunerasi sementara berita korupsi maupun buruknya kinerja PNS terus-menerus bermunculan. Dan tadi baca tentang ini : http://nasional.kompas.com/read/2012/02/25/1632400/DPR.Renumerasi.Gagal.Perbaiki.Moral.PNS.
Setiap ada berita ttg korupsi dan caci maki orang non-PNS terhadap PNS, dengan segala generalisasi keburukan, kemalasan, dan mentalitas, sebagai PNS saya merasa sakit. Saya merasakan berada dalam sistem dan berbagai kesulitan dalam melaksanakan pekerjaan saya. Merasakan kesedihan karena berulang kali gagal mengajukan pembelian instrument analisa untuk riset. Merasakan capeknya bekerja dari pagi sampai malam dan betapa jarangnya saya pulang sebelum jam 5 sore. Merasakan ketidakfleksibelan dalam pembelanjaan bahan kimia dan alat-alat lab (sangat berbeda dengan di Jepang). Merasakan perbedaan yang nyata atas penghargaan terhadap hasil-hasil riset. Merasakan betapa sakitnya penolakan masyarakat yang masih mendewakan produk dari luar negeri.
Di lain pihak, saya merasakan gigihnya rekan2 sekantor kalau saling adu argumentasi teknis pekerjaan. Saya melihat bahkan ada yang menolak olahraga pagi di hari jumat karena mengurangi efektifitas kerja. Saya melihat semangat2 anak muda yang ceria. Saya melihat semangat mencari klien yg memerlukan knowledge dan expertise kami, eksuksi pekerjaan, hingga finalisasinya. Rasa-rasanya dalam 10 tahun saya bekerja, alhamdulillah saya tidak pernah menganggur, dan bekerja di atas 100 % (karena seringkali hari Sabtu pun masuk kerja).
Memang secara keseluruhan, organisasi ini sangat besar. Dan kantor saya hanyalah satu bagian saja. Dan saya tidak tahu bagaimana keadaan di luar sana. Bahkan di dalam kantor saya pun terkadang tiap pribadi pernah mengalami pasang surut dalam semangat kerja. Pun setiap orang memiliki kegigihan yang berbeda-beda dalam bekerja.
Dan sungguh secara pribadi, saya belum puas (dan tidak boleh puas) dengan hasil kerja saya hingga saat ini, saya harus lebih baik dan lebih baik lagi dengan segala keterbatasan.
Akan tetapi, tetaplah saya merasa sedih, apabila ada yang mencaci maki tentang "kinerja yang buruk", "datang siang, pulang awal", "apa yang sudah dikerjain sih, ngga ada hasilnya".
Rasanya saya ingin menjawab cacian itu, tapi bagaimana jika memang sebagian besar begitu? Apalah artinya kata2 saya?
Jadi buat saya, saya akan menjawabnya dengan bekerja sebaik-baiknya, menjaga amanah ini sebaik-baiknya, dan selalu istiqomah.. Bismillahirohmanirrohim... Semoga Allah SWT selalu memberikan saya kekuatan, kesabaran, dan kemudahan.
Buat PNS yang masih (bersama2) menanti remunerasi, mari kita buktikan dengan kerja dan hasil, bahwa kita memang LAYAK untuk renumerasi itu.
Buat non-PNS yang sibuk mencaci-maki, saya ajak anda semua untuk memberanikan diri masuk ke DALAM SISTEM dan marilah kita perbaiki bersama2.
Sunday, October 23, 2011
Untuk apa menuntut ilmu, hingga jauh2 begini..
Alhamdulillah hari minggu tgl 16 Okt yg lalu berkesempatan hadir di Pengajian Todaimuslim, duuuh udah lama banget yaa... sampe pengajian berikutnya udah mau diadakan... tapi krn ini sy pengen banget memuatnya, jadi pokoknya biar lambat asal dimuat!! hehehe...
Pengajian diadakan di rumah Mba Sara dan Ms Yonan di daerah Yoyogi-uehara, Tokyo. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan lama dari Tsukuba (2 jam!), tapi alhamdulillah insya Allah tidak sia2 karena materinya yang membuat semangat :)
Pembicara kali ini adalah Dr. Budi Daryono, Dosen UGM Fak Biologi, yg merupakan alumni Nodai, Tokyo, dan saat ini sdg ada program riset (kalo gak salah ni) di almamaternya yaitu Nodai. Selain sebagai dosen, beliau juga menjadi Auditor Halal di LP POM Jogja serta mengaku mengkaji agama dg tarbiyah dan halaqah.
Jadi, ceritanya, pengajian kali ini tentang esensi dr menuntut ilmu ke tmpat yg jauuuh.... ngapain siih kita musti jauh2 menuntut ilmu hingga jauh dari keluarga dan kerabat... apa keutamaannya... seru kan? :)
Tema pengajian : Keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya.
Ada 100 keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya. Antara lain:
1. Kesaksian Allah kpd org berilmu.
Ali Imran : 18
2. Org yg berilmu akan Allah angkat derajatnya.
Org yg berilmu tdk akan miskin, akan kaya dg harta dan hikmah.
Al mujaadilah : 11
Juga diperlukan oleh masyarakat.
Dicontohkan sahabat rosul yg cacat fisik dn ketika kecil diejek, ttp krn menuntut ilmu kmd mnjadi hakim/qadhi yg disegani.
3. Org yg berilmu adl org2 yg takut kpd Allah.
Qs Fathir :28.
4. Menuntut ilmu akan membawa kebersihan hati, kemuliaan, kehidupannya, cahayanya.
Kuncinya memperbaiki akhlak. Akhlak adalah cerminan bgmn kita mempelajari dan mengamalkan agama.
Dan org2 Jepang ini jg mengamati, konsistensi kita sbg muslim.
5. Dgn menuntut ilmu, kita akan berfikir yg baik & benar, mendapatkan pemahaman yg benar, dan dpt mentadaburi al Quran.
Seorg muslim tdk boleh punya cita2 jd org miskin, atau yg biasa aja, tp harus cita2 jd org kaya, dgn cara yg berkah, shg dpt beramal sebanyak2nya dg hartanya itu.
Tingkatan pencari ilmu :
1. Utk memperbaiki kehidupan/utk mendapat harta
2. Utk mencari ketenaran
3. Utk mencari jabatan
4. Utk berbakti berfungsi bg kemaslahatan manusia
5. Semata2 mencari ridho Allah..
Mari kita renungkan.. Untuk apa kita mencari ilmu...
:) semoga bermanfaat :)
Pengajian diadakan di rumah Mba Sara dan Ms Yonan di daerah Yoyogi-uehara, Tokyo. Meskipun harus menempuh perjalanan jauh dan lama dari Tsukuba (2 jam!), tapi alhamdulillah insya Allah tidak sia2 karena materinya yang membuat semangat :)
Pembicara kali ini adalah Dr. Budi Daryono, Dosen UGM Fak Biologi, yg merupakan alumni Nodai, Tokyo, dan saat ini sdg ada program riset (kalo gak salah ni) di almamaternya yaitu Nodai. Selain sebagai dosen, beliau juga menjadi Auditor Halal di LP POM Jogja serta mengaku mengkaji agama dg tarbiyah dan halaqah.
Jadi, ceritanya, pengajian kali ini tentang esensi dr menuntut ilmu ke tmpat yg jauuuh.... ngapain siih kita musti jauh2 menuntut ilmu hingga jauh dari keluarga dan kerabat... apa keutamaannya... seru kan? :)
Tema pengajian : Keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya.
Ada 100 keutamaan mencari ilmu dan mempelajarinya. Antara lain:
1. Kesaksian Allah kpd org berilmu.
Ali Imran : 18
2. Org yg berilmu akan Allah angkat derajatnya.
Org yg berilmu tdk akan miskin, akan kaya dg harta dan hikmah.
Al mujaadilah : 11
Juga diperlukan oleh masyarakat.
Dicontohkan sahabat rosul yg cacat fisik dn ketika kecil diejek, ttp krn menuntut ilmu kmd mnjadi hakim/qadhi yg disegani.
3. Org yg berilmu adl org2 yg takut kpd Allah.
Qs Fathir :28.
4. Menuntut ilmu akan membawa kebersihan hati, kemuliaan, kehidupannya, cahayanya.
Kuncinya memperbaiki akhlak. Akhlak adalah cerminan bgmn kita mempelajari dan mengamalkan agama.
Dan org2 Jepang ini jg mengamati, konsistensi kita sbg muslim.
5. Dgn menuntut ilmu, kita akan berfikir yg baik & benar, mendapatkan pemahaman yg benar, dan dpt mentadaburi al Quran.
Seorg muslim tdk boleh punya cita2 jd org miskin, atau yg biasa aja, tp harus cita2 jd org kaya, dgn cara yg berkah, shg dpt beramal sebanyak2nya dg hartanya itu.
Tingkatan pencari ilmu :
1. Utk memperbaiki kehidupan/utk mendapat harta
2. Utk mencari ketenaran
3. Utk mencari jabatan
4. Utk berbakti berfungsi bg kemaslahatan manusia
5. Semata2 mencari ridho Allah..
Mari kita renungkan.. Untuk apa kita mencari ilmu...
:) semoga bermanfaat :)
Saturday, August 06, 2011
Saling Menjaga
Minggu lalu saya menghadiri meeting bareng pak guru dan pak guru senior, dan 3 orang lainnya. Dalam meeting itu, tamu kami (sebut saja Paman), yg tak lain adalah mitra kerja kami di Indo, menjelaskan ttg project Biofuel-nya bersama kedua perusahaan lainnya, yang saya termasuk dalam tim yg mendesain pabrik biofuel-nya.
Presentasinya sangat menarik dan profesional (tentu saja, project ini bisa dibilang project ramah lingkungan yg mengangkat nama perusahaan di mata klien2 mereka) dan tentunya itu materi ini telah beberapa kali beliau bawakan. Beliau tak lupa menyebut nama saya ketika menjelaskan tentang desain prosesnya (hehehe sangat baik hati). Kemudian ada satu bagian presentasinya yg menyatakan bahwa terdapat (sedikit) masalah dalam pengoperasian pabriknya, karena ada salah pemasangan salah satu alat berupa valve.
"Hmmmm?" saya terkejut (soalnya kondisi ini pertama kalinya saya dengar). "Hmmmm?" pak guru juga mendehem sambil melihat ke saya. Tentu saja saya malu. Dan tahukah anda, si Paman bilang, "Itu salah pemasangan saja, tak ada masalah dengan desainnya. Desain ok.". Pak guru manggut2. Dan presentasi dilanjutkan.
Waah, saya sangat berterima kasih. Meskipun tentunya kalau ada kesalahan, seminor apapun, saya sebagai anggota tim tentu salah juga, tapi si Paman telah bersikap "menyelamatkan muka saya di depan pak guru dkk" sehingga walaupun dia telah menyampaikan kondisi sebenarnya tapi dia tidak mempermalukan saya di depan umum.
Saya merenung-renungkannya dan menjadi teringat materi pengajian Tarhib Ramadhan dari Ustadz Salim A. Fillah di Masjid Okachimachi, Tokyo tempo hari. Salah satunya adalah tentang saling menasihati. Bahwa adabnya adalah menasihati di saat sendiri, bukan di depan khalayak, karena nasehat di tengah khalayak adalah hinaan. Jadi intinya adalah bagaimana kita saling menjaga kehormatan saudara kita.
Ah.. indahnya... semoga saya selalu bisa mengamalkannya...
Presentasinya sangat menarik dan profesional (tentu saja, project ini bisa dibilang project ramah lingkungan yg mengangkat nama perusahaan di mata klien2 mereka) dan tentunya itu materi ini telah beberapa kali beliau bawakan. Beliau tak lupa menyebut nama saya ketika menjelaskan tentang desain prosesnya (hehehe sangat baik hati). Kemudian ada satu bagian presentasinya yg menyatakan bahwa terdapat (sedikit) masalah dalam pengoperasian pabriknya, karena ada salah pemasangan salah satu alat berupa valve.
"Hmmmm?" saya terkejut (soalnya kondisi ini pertama kalinya saya dengar). "Hmmmm?" pak guru juga mendehem sambil melihat ke saya. Tentu saja saya malu. Dan tahukah anda, si Paman bilang, "Itu salah pemasangan saja, tak ada masalah dengan desainnya. Desain ok.". Pak guru manggut2. Dan presentasi dilanjutkan.
Waah, saya sangat berterima kasih. Meskipun tentunya kalau ada kesalahan, seminor apapun, saya sebagai anggota tim tentu salah juga, tapi si Paman telah bersikap "menyelamatkan muka saya di depan pak guru dkk" sehingga walaupun dia telah menyampaikan kondisi sebenarnya tapi dia tidak mempermalukan saya di depan umum.
Saya merenung-renungkannya dan menjadi teringat materi pengajian Tarhib Ramadhan dari Ustadz Salim A. Fillah di Masjid Okachimachi, Tokyo tempo hari. Salah satunya adalah tentang saling menasihati. Bahwa adabnya adalah menasihati di saat sendiri, bukan di depan khalayak, karena nasehat di tengah khalayak adalah hinaan. Jadi intinya adalah bagaimana kita saling menjaga kehormatan saudara kita.
Ah.. indahnya... semoga saya selalu bisa mengamalkannya...
Sunday, June 05, 2011
Bersama Deadline
Waaah ini seperti mengenang masa2 mengejar deadline penerbitan majalah hehehe...
Saya baru saja submit assignment jam 22.31, yang mana deadlline-nya adalah 23.00! hahahaha... Alhamdulillaaah... selamatlah saya :))
Hiyaaah lha kok mepet bener sih ya???
Ya gimana, tugas diberikan Selasa lalu, sementara Rabu-nya sy musti siapin buat zemi hari Kamis. Dan Kamis-nya pun sy habiskan utk mikirin riset sy yg mitimitik itu, Kamis malam goreng krupuk buat acaranya Adek, Jumat full day sampe malem krn ada undangan makan malam dgn Takahashi Sensei, mana malemnya pusing bgt jd lsg tidur, trus Sabtu dari pagi sampai sore banget bantuin acara Adek... pulang jam 6.30 dgn badan super capek....
Rasanya kemarin badan udah ngga kuat, mana ada bagian tubuh yg cenut-cenut lagi (hiks, krnnya sy ga brani pergi ke mana2 n terpaksa membatalkan dtg ke latihan angklung di hari Minggu)tp sy kuatir Minggu ngga selesei, jadi mandi trus bikin susu jahe (thanks to my husband for the package, muah muah :)) dan gosokin badan dengan count*rpain, trus mulai baca tugas...
Waks, ternyata musti menerjemahkan bahasa excel ke program berbasis DOS... sempet telpon si Mas, yg lg touring, buat konsultasi krn mentok sama ini program... yeah lmyn program yg kubikin bisa dibaca sama simulasinya, cuman dia masih ada error, tp akhirnya ngga kuat lagi mikir dan tidur..
Hari ini effective ngerjain lagi 1 jam sblm acara KIND, dan mulai bener2 melototin tugas ini lagi kira2 jam 16.30 ... akhirnya ngerjain dr yg plg mudah dulu deh... tugas 3 dulu, trus tugas 2... diselingi mandi makan sholat, sempat mentok beberapa kali di tugas 1... tapi yg namanya udah deket deadline, malah Alhamdulillah muncul ide-ide.. hahaha... terpacu adrenalin kalli ya... sampe akhirnya terkirim jam 22.31...
maka waktu efektifnya adalah : 1.5 + 1 + 5 = 7.5 jam untuk tugas 1, 2, dan 3.
ya ampyuuun... itu kan sama aja satu hari kerja T_T
Nb :
pesan dan kesan =
--> kalo badan capek, tidak boleh dipaksa, tidurlah, jgn melawan gravitasi bumi
--> ingat prioritas dan amanah
--> sudah tau brapa jam yg diperlukan utk ngerjain 1 tugas kan, inget itu ;p
--> ya ampun ini pak guru ya, ngasih tugas kok borongann ckckckck...
Saya baru saja submit assignment jam 22.31, yang mana deadlline-nya adalah 23.00! hahahaha... Alhamdulillaaah... selamatlah saya :))
Hiyaaah lha kok mepet bener sih ya???
Ya gimana, tugas diberikan Selasa lalu, sementara Rabu-nya sy musti siapin buat zemi hari Kamis. Dan Kamis-nya pun sy habiskan utk mikirin riset sy yg mitimitik itu, Kamis malam goreng krupuk buat acaranya Adek, Jumat full day sampe malem krn ada undangan makan malam dgn Takahashi Sensei, mana malemnya pusing bgt jd lsg tidur, trus Sabtu dari pagi sampai sore banget bantuin acara Adek... pulang jam 6.30 dgn badan super capek....
Rasanya kemarin badan udah ngga kuat, mana ada bagian tubuh yg cenut-cenut lagi (hiks, krnnya sy ga brani pergi ke mana2 n terpaksa membatalkan dtg ke latihan angklung di hari Minggu)tp sy kuatir Minggu ngga selesei, jadi mandi trus bikin susu jahe (thanks to my husband for the package, muah muah :)) dan gosokin badan dengan count*rpain, trus mulai baca tugas...
Waks, ternyata musti menerjemahkan bahasa excel ke program berbasis DOS... sempet telpon si Mas, yg lg touring, buat konsultasi krn mentok sama ini program... yeah lmyn program yg kubikin bisa dibaca sama simulasinya, cuman dia masih ada error, tp akhirnya ngga kuat lagi mikir dan tidur..
Hari ini effective ngerjain lagi 1 jam sblm acara KIND, dan mulai bener2 melototin tugas ini lagi kira2 jam 16.30 ... akhirnya ngerjain dr yg plg mudah dulu deh... tugas 3 dulu, trus tugas 2... diselingi mandi makan sholat, sempat mentok beberapa kali di tugas 1... tapi yg namanya udah deket deadline, malah Alhamdulillah muncul ide-ide.. hahaha... terpacu adrenalin kalli ya... sampe akhirnya terkirim jam 22.31...
maka waktu efektifnya adalah : 1.5 + 1 + 5 = 7.5 jam untuk tugas 1, 2, dan 3.
ya ampyuuun... itu kan sama aja satu hari kerja T_T
Nb :
pesan dan kesan =
--> kalo badan capek, tidak boleh dipaksa, tidurlah, jgn melawan gravitasi bumi
--> ingat prioritas dan amanah
--> sudah tau brapa jam yg diperlukan utk ngerjain 1 tugas kan, inget itu ;p
--> ya ampun ini pak guru ya, ngasih tugas kok borongann ckckckck...
Thursday, June 02, 2011
Mistik Matematik
Sbnrny cm matematika biasa.
Tambah kurang bagi kali. Paling banter exponen. Tapi kok ya bikin org sedunia (mksdny dunia sy, pak guru n asistennya) jd pusing. Ini gara2 org sblm sy (sebut saja si om) memasukkan angka ajaib menggunakan sebuah persamaan empiris, trus nyantumin referensi, tp stlh sy itung ulang berdasar referensi itu, hasilnya beda jauuuuuh. Untuk beberapa asumsi yg puenting (bukan cuman satu... oooh...)
Dgn pede sy yakin bhwa sy ga slh itung dong. Lagian dah sy verifikasi dg kalkulator serta excel, beberapa kali. Sebel kan? Tp kan sy ga bisa bilang bahwa itungan si om itu salah. Plg banter sy blg sy bingung mana yg musti sy pake buat simulasi sy (ingat, harus tetap sopan dan menghormati hasil kerja keras org lain). Bahkan tadi pak guru sampe ngeluarin jurus sakti yaitu kalkulatornya sendiri trus ikutan ngitung. Hasilnya? Sama ama sy gitu. Hmmmmh... *tepok jidat.
To tell u the truth... The whole work was very good, i have to admit it. He did a really hard work. But this fundamental mistake that he made... Makes me feel so sad...
Lalu dg bijak pak guru bilang : Rani, kamu pastikan angkamu benar dg mencari referensi yg punya real number yg reasonable. Lalu kamu bisa pakai angkamu.
Lesson learn :
1. Pak guru dan asistennya sepertinya terlalu amat sangat percaya pada si om, yg memang pinter dan cerdas, sehingga mgkn lupa melakukan verifikasi. Sy musti lbh hati2.
2. Setiap kali menghitung dan dapat suatu angka, kita jgn berhenti pada hasil itu, tapi pikirkan apakah angka itu masuk akal atau tidak. Sy yakin ini perlu latihan, kerja keras, dan jam terbang.
3. Forget the old mistake (esp. made by others). Pak guru yg bijak meminta sy melangkah ke depan, melupakan yg lalu. Selama kamu yakin kamu benar dan punya referensi yg jelas, jalan terus dg caramu.
Tambah kurang bagi kali. Paling banter exponen. Tapi kok ya bikin org sedunia (mksdny dunia sy, pak guru n asistennya) jd pusing. Ini gara2 org sblm sy (sebut saja si om) memasukkan angka ajaib menggunakan sebuah persamaan empiris, trus nyantumin referensi, tp stlh sy itung ulang berdasar referensi itu, hasilnya beda jauuuuuh. Untuk beberapa asumsi yg puenting (bukan cuman satu... oooh...)
Dgn pede sy yakin bhwa sy ga slh itung dong. Lagian dah sy verifikasi dg kalkulator serta excel, beberapa kali. Sebel kan? Tp kan sy ga bisa bilang bahwa itungan si om itu salah. Plg banter sy blg sy bingung mana yg musti sy pake buat simulasi sy (ingat, harus tetap sopan dan menghormati hasil kerja keras org lain). Bahkan tadi pak guru sampe ngeluarin jurus sakti yaitu kalkulatornya sendiri trus ikutan ngitung. Hasilnya? Sama ama sy gitu. Hmmmmh... *tepok jidat.
To tell u the truth... The whole work was very good, i have to admit it. He did a really hard work. But this fundamental mistake that he made... Makes me feel so sad...
Lalu dg bijak pak guru bilang : Rani, kamu pastikan angkamu benar dg mencari referensi yg punya real number yg reasonable. Lalu kamu bisa pakai angkamu.
Lesson learn :
1. Pak guru dan asistennya sepertinya terlalu amat sangat percaya pada si om, yg memang pinter dan cerdas, sehingga mgkn lupa melakukan verifikasi. Sy musti lbh hati2.
2. Setiap kali menghitung dan dapat suatu angka, kita jgn berhenti pada hasil itu, tapi pikirkan apakah angka itu masuk akal atau tidak. Sy yakin ini perlu latihan, kerja keras, dan jam terbang.
3. Forget the old mistake (esp. made by others). Pak guru yg bijak meminta sy melangkah ke depan, melupakan yg lalu. Selama kamu yakin kamu benar dan punya referensi yg jelas, jalan terus dg caramu.
Thursday, September 11, 2008
Pada Suatu Pagi....
....yang sejuk, agak mendung.... udara terasa segaarrr sekali, sisa-sisa hujan semalam...
Jadi tadi pagi saya memutuskan jalan kaki dari ujung jalan masuk yang menurun, sampai ke depan kantor...
And captured these pictures...

Well, jalur menurun ini mendadak terlihat dekat saja...

Setelah nengok ke atas, wah... kalo naik lagi capek kali ya :)

tersangka tertangkap kamera sedang jalan-jalan pagi :p

This is the best picture of today. Saya baru menyadari kehadiran kedua pohon kelapa di tengah rerumputan dilatari kelokan arus sungai Cisadane, kedua pohon itu seperti sedang bergandengan tangan dengan mesranya :)
Sungguh pagi yang menyenangkan !
NB : ada kemungkinan besar besok pagi saya jalan kaki lagi deh hehehe...
Jadi tadi pagi saya memutuskan jalan kaki dari ujung jalan masuk yang menurun, sampai ke depan kantor...
And captured these pictures...

Well, jalur menurun ini mendadak terlihat dekat saja...

Setelah nengok ke atas, wah... kalo naik lagi capek kali ya :)

tersangka tertangkap kamera sedang jalan-jalan pagi :p

This is the best picture of today. Saya baru menyadari kehadiran kedua pohon kelapa di tengah rerumputan dilatari kelokan arus sungai Cisadane, kedua pohon itu seperti sedang bergandengan tangan dengan mesranya :)
Sungguh pagi yang menyenangkan !
NB : ada kemungkinan besar besok pagi saya jalan kaki lagi deh hehehe...
Tuesday, August 26, 2008
Sumatera Selatan, the trip & the mission. (Part Two)
Well I’m not sure what to say in part two. Udah lama kelewat, but anyway...
Sungguh sembilan hari yang melelahkan, hampir tiap hari sampai jam 2 pagi. Banyak hal-hal yang bikin kesel dan nelangsa (coba toh, senelangsa-nelangsanya kerja berbulan-bulan di Riau, kayaknya belum pernah saya kerja nonstop dari jam 8 pagi mpe jam 2 pagi, dlm keadaan sulit air, dan mikirin listrik yg tak kunjung datang, plus beberapa kali musti pindah tempat menginap hehehe). Tapi semalang-malangnya, lha kok ya semuanya bisa jadi lucu banget ya
It all started with the language.
God, we adore the language !! Hampir semua percakapan diakhiri dengan huruf ‘o’. No, no, no, gak seperti ‘o’ di jawa, tapi betul-betul ‘o’. And all the member of the team just love to use it. Lucu banget deh ngeliat dan dengar orang2 berlogat jawa dan sunda itu pada ngomong bahasa palembang (yeah including me :p). Diskusi bisa diselangi dengan ‘Apo maksudnyo ?’. Bahkan ketika si mister logistic yang jogja aseli itu belanja di pasar Martapura dan mencoba menawar dgn bhs palembang, ‘ini berapo?’ langsung ditanya ama yang jual, ‘aselinya mana pak?’ hehehe ketahuan langsung !!!
Aseli lucu banget ketika mendengar salah satu welder berkata, ‘dak pacak, dak pacak’ sewaktu ada yang gak bisa dipasang. Pun ketika si elektrical man tiba-tiba berlari, dan saya bertanya, ‘Knapa?’ dan dia teriak ,”Listriknyo belum menyalo’ hehehe.
Satu lagi, ada komentar '...semuanyo pedas...' trus ada yang nanya 'eh kalo semuanya bahasa palembangnyo apo ?" ternyata 'GALO-GALO" whohohoho...itu si bos ketawanya mpe terjengkang gitu. Sejak itu semua kata 'semuanya' kita ganti dengan 'galo-galo' :)
Then it came to the food.
Rombongan penggemar kecap. Itu adalah julukan dari sopir kami. “rombongan ini lucu-lucu benar. Tiap hariiiii beli kecap. Sehari habis satu botol.” Hehehehe…. Habis gimana ya. Kecap itu kan penyelamat rasa (selain krupuk tentunya, tapi kan di situ emang suka krupuk). Apalagi untuk melawan menu makan yang selalu pedas pedas dan pedas.
And the mission.
Well actually, kami diminta untuk menghasilkan tetes pertama biodiesel di OKU Timur pada tanggal 11 Agustus 2008. Yang alhamdulillah terlaksana pada jam 19.00 WIB. Kalau saja, yah ini sekedar berandai-andai saja, kalau saja suplai listrik dan air lancar, maka tetes pertama bisa terjadi pada pukul 8.00 loh. But you know what, I’m glad to be in this team. Walau serba terbatas, we make the best of it :)
So, the other fun things : pictures !!

Liat tu liat apa yang lewat di atas tuh :p

Hehehe belido enaks…

Ini lagi.... Pindang patin lezats dari resto Mahkota.

The great team hehehe nampang dulu sebelum pulang ke Jakarta.

Nah kalo ini adalah Masjid Cheng Ho di dekat perumahan atlet di Palembang. Ide untuk berkunjung ke tempat ini muncul setelah di Koran hari sebelumnya kami lihat masjid ini dipakai lokasi pemotretan pemilihan Koko dan Cici Palembang. Keren juga ya. Tapi masih direnovasi.
Lho kok foto2nya malah di Palembang sih ? Lha muaap, waktu di OKUT super sibuk dan ribet, gak sempet capture pemandangan or apa lah. But for sure, OKUT itu sedang berkembang pesat, banyak potensi bisnisnya loh. Ayuk yang mau buka supermarket, atau dept. store, mall, atau hotel yang bagus, or toko buku, sekolahan, rumah sakit, toko bangunan, mari mari... OKUT maju terus yaa :)
Sungguh sembilan hari yang melelahkan, hampir tiap hari sampai jam 2 pagi. Banyak hal-hal yang bikin kesel dan nelangsa (coba toh, senelangsa-nelangsanya kerja berbulan-bulan di Riau, kayaknya belum pernah saya kerja nonstop dari jam 8 pagi mpe jam 2 pagi, dlm keadaan sulit air, dan mikirin listrik yg tak kunjung datang, plus beberapa kali musti pindah tempat menginap hehehe). Tapi semalang-malangnya, lha kok ya semuanya bisa jadi lucu banget ya
It all started with the language.
God, we adore the language !! Hampir semua percakapan diakhiri dengan huruf ‘o’. No, no, no, gak seperti ‘o’ di jawa, tapi betul-betul ‘o’. And all the member of the team just love to use it. Lucu banget deh ngeliat dan dengar orang2 berlogat jawa dan sunda itu pada ngomong bahasa palembang (yeah including me :p). Diskusi bisa diselangi dengan ‘Apo maksudnyo ?’. Bahkan ketika si mister logistic yang jogja aseli itu belanja di pasar Martapura dan mencoba menawar dgn bhs palembang, ‘ini berapo?’ langsung ditanya ama yang jual, ‘aselinya mana pak?’ hehehe ketahuan langsung !!!
Aseli lucu banget ketika mendengar salah satu welder berkata, ‘dak pacak, dak pacak’ sewaktu ada yang gak bisa dipasang. Pun ketika si elektrical man tiba-tiba berlari, dan saya bertanya, ‘Knapa?’ dan dia teriak ,”Listriknyo belum menyalo’ hehehe.
Satu lagi, ada komentar '...semuanyo pedas...' trus ada yang nanya 'eh kalo semuanya bahasa palembangnyo apo ?" ternyata 'GALO-GALO" whohohoho...itu si bos ketawanya mpe terjengkang gitu. Sejak itu semua kata 'semuanya' kita ganti dengan 'galo-galo' :)
Then it came to the food.
Rombongan penggemar kecap. Itu adalah julukan dari sopir kami. “rombongan ini lucu-lucu benar. Tiap hariiiii beli kecap. Sehari habis satu botol.” Hehehehe…. Habis gimana ya. Kecap itu kan penyelamat rasa (selain krupuk tentunya, tapi kan di situ emang suka krupuk). Apalagi untuk melawan menu makan yang selalu pedas pedas dan pedas.
And the mission.
Well actually, kami diminta untuk menghasilkan tetes pertama biodiesel di OKU Timur pada tanggal 11 Agustus 2008. Yang alhamdulillah terlaksana pada jam 19.00 WIB. Kalau saja, yah ini sekedar berandai-andai saja, kalau saja suplai listrik dan air lancar, maka tetes pertama bisa terjadi pada pukul 8.00 loh. But you know what, I’m glad to be in this team. Walau serba terbatas, we make the best of it :)
So, the other fun things : pictures !!

Liat tu liat apa yang lewat di atas tuh :p

Hehehe belido enaks…

Ini lagi.... Pindang patin lezats dari resto Mahkota.

The great team hehehe nampang dulu sebelum pulang ke Jakarta.

Nah kalo ini adalah Masjid Cheng Ho di dekat perumahan atlet di Palembang. Ide untuk berkunjung ke tempat ini muncul setelah di Koran hari sebelumnya kami lihat masjid ini dipakai lokasi pemotretan pemilihan Koko dan Cici Palembang. Keren juga ya. Tapi masih direnovasi.
Lho kok foto2nya malah di Palembang sih ? Lha muaap, waktu di OKUT super sibuk dan ribet, gak sempet capture pemandangan or apa lah. But for sure, OKUT itu sedang berkembang pesat, banyak potensi bisnisnya loh. Ayuk yang mau buka supermarket, atau dept. store, mall, atau hotel yang bagus, or toko buku, sekolahan, rumah sakit, toko bangunan, mari mari... OKUT maju terus yaa :)
Thursday, August 21, 2008
Sumatera Selatan, the trip & the mission.
(could I say, Part One?)

Kesibukan di Sungai Musi.
Ke Sumsel ? Oh oke deh, cukup dekat (I mean, to be compared to Riau or Kalimantan or Sulawesi hehehe). So, berangkatlah saya selaku grup ketiga yg berangkat ke Sumatra Selatan tepatnya ke Kab. OKU Timur, sebuah kabupaten baru hasil pemekaran dari Kab. OKU (Ogan Komering Ulu) kalau tak salah pada akhir 2003. Ibukotanya Martapura (hayoo jangan keliru dgn kota penghasil berlian Martapura yg di Kalimantan).
Saya pertama kali melintas di daerah ini pertengahan 2002, hehehe dah beda banget kali ya. Jadi saya merasa akan banyak mendapat kejutan. Selain waktu itu lewatnya malam hari (hmmm... kira2 jam 9 malam lewat deh), saat itu Martapura hanyalah kota kuecil. Kali ini, 2008, hmmm kotanya masih tetap kelihatan kecil sih, tapi nampak sekali sedang berkembang dengan giatnya.
Anyway, sebenarnya kejutan berawal dari bandaranya, Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Berhubung selama ini hanya dapat cerita dari kawan saya yang bulak-balik ke Palembang karena kerjaan di sono, maka kali ini saya telah membuktikan kata-katanya : “Bener Ran, Adisucipto kalah deh. Dulu SMB emang kayak terminal bis, tapi sekarang bagus dah !” Sungguh pencitraan yang bagus, first impression takes the count, what a nice airport.
Dan ketemu orang Jawa lagi ! hahaha… Sopir yang jemput kami ternyata berdarah Klaten. Kemana menoleh di Indonesia ini, kok ya ketemu orang Jawa yak. Cerita punya cerita, dia udah lima puluh tahun lebih di Sumsel, ikut orang tuanya bertransmigrasi. Fasih berbahasa palembang, tapi mukanya Jawa banget. Dan begitu tahu saya dari Jogja, langsung deh ngomongnya pakai bahasa jawa, hehehe..
Next, tugas pertama begitu mendarat di Palembang adalah mencari barang pesanan orang mechanical itu, namanya O-Ring, ukurannya 18 mm. Aduh ! Please deh. “Tolong Ran, mumpung kamu di Palembang, di sini susah nyarinya, penting itu buat masang blablabla….”. So, ke bengkel Ahass, gak ada. Kata penjual di Ahass, “Ke Cinde pasti ada sih, tapi gak aman buat kamu, cari di sekitar IP aja”. Entah apa maksudnya dgn gak aman, aku bilang “terima kasih perhatiannya pak ” Cari di sekitar IP, gak ada juga. Akhirnya, ke Cinde juga. Kayak apa sih ? Hmmm rupanya daerahnya cukup seram. Apalagi dah jam 5 sore. Kok kayak Pasar Bawah di Pekanbaru ya. Mana ya daerah padanannya di Jakarta ? Daerah Pulogadung kali ya. Untung bawa ‘pengawal’ orang Palembang hehehe. Alhamdulillah, dapet juga barang pesanan. Halah, cumin kayak gitu toh. :)
Next stop was toko pempek. Loh, kok baru datang dah nyari pempek ? Ya itulah, pesanan para anak terlantar itu (yeah ada 8 orang kelaparan di ujung sana). “Bawain pempek doooong….,” sebuah suara mengiba. “Lho, kok minta pempek sih. Emangnya di OKUT gak da pempek??” tanya saya. “Gak ada !!!” Iya kali ya, ikan dari mana ya. Mungkin maksudnya, ‘gak ada… yang seenak di Palembang’… atau mungkin lagi pada pengen manja aja huuuu :P
Next visit was to my best friend’s house : Singgih & his cute family Helen, Shaffa & Niza. Sebuah kejutan menyenangkan melihat Niza dengan rambut ikalnya. Sejak dia lahir saya belum ngeliat. Akhirnya kesampaian juga Nggih, berkunjung ke rumahmu, meski ternyata minggu depannya kalian dah pindah ke Bogor. It’s ok, cuma 10 menit reuni but seneng banget akhirnya bisa mengunjungi kalian di Palembang (aih sayang sekali foto2nya musnah hikshiks)
Nah, barulah pada jam 17.45, we headed to Martapura. Wueduh kok udah mulai gelap. Ooppss mati lampu pulak, jalanan gelap euy. Wah kisah pemadaman kok masih ada ya. Dulu tahun 2002, masuk Palembang juga pas gelap gulita. Skarang masih aja, hmmmfff… Tapi satu hal yang jelas berubah : jalannya muluuuussss lusss lusss. Well, who’s gone take the credit for this road ? Hussh, to anyone who deserves it deh, saya gak mau nyebut siapa2 deh, situasi rada panas, Sumsel baru menjelang Pilkada Gubernur sih hehehe.
And finally. Setelah beberapa perhentian, makan malam and isi bensin, dengan bapak sopir yang nyetir dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam kali ya, tapi alhamdulillah bisa lumayan tidur juga di perjalanan, akhirnya nyampe jugaaaa di Martapura (ckckck… dari Indralaya tadi jam 20.00 loh, super ngebut euy). Saya ngeliat ke jam tangan, upss 23.15… time to get another sleep…… rrrrrrr…….

Kesibukan di Sungai Musi.
Ke Sumsel ? Oh oke deh, cukup dekat (I mean, to be compared to Riau or Kalimantan or Sulawesi hehehe). So, berangkatlah saya selaku grup ketiga yg berangkat ke Sumatra Selatan tepatnya ke Kab. OKU Timur, sebuah kabupaten baru hasil pemekaran dari Kab. OKU (Ogan Komering Ulu) kalau tak salah pada akhir 2003. Ibukotanya Martapura (hayoo jangan keliru dgn kota penghasil berlian Martapura yg di Kalimantan).
Saya pertama kali melintas di daerah ini pertengahan 2002, hehehe dah beda banget kali ya. Jadi saya merasa akan banyak mendapat kejutan. Selain waktu itu lewatnya malam hari (hmmm... kira2 jam 9 malam lewat deh), saat itu Martapura hanyalah kota kuecil. Kali ini, 2008, hmmm kotanya masih tetap kelihatan kecil sih, tapi nampak sekali sedang berkembang dengan giatnya.
Anyway, sebenarnya kejutan berawal dari bandaranya, Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II). Berhubung selama ini hanya dapat cerita dari kawan saya yang bulak-balik ke Palembang karena kerjaan di sono, maka kali ini saya telah membuktikan kata-katanya : “Bener Ran, Adisucipto kalah deh. Dulu SMB emang kayak terminal bis, tapi sekarang bagus dah !” Sungguh pencitraan yang bagus, first impression takes the count, what a nice airport.
Dan ketemu orang Jawa lagi ! hahaha… Sopir yang jemput kami ternyata berdarah Klaten. Kemana menoleh di Indonesia ini, kok ya ketemu orang Jawa yak. Cerita punya cerita, dia udah lima puluh tahun lebih di Sumsel, ikut orang tuanya bertransmigrasi. Fasih berbahasa palembang, tapi mukanya Jawa banget. Dan begitu tahu saya dari Jogja, langsung deh ngomongnya pakai bahasa jawa, hehehe..
Next, tugas pertama begitu mendarat di Palembang adalah mencari barang pesanan orang mechanical itu, namanya O-Ring, ukurannya 18 mm. Aduh ! Please deh. “Tolong Ran, mumpung kamu di Palembang, di sini susah nyarinya, penting itu buat masang blablabla….”. So, ke bengkel Ahass, gak ada. Kata penjual di Ahass, “Ke Cinde pasti ada sih, tapi gak aman buat kamu, cari di sekitar IP aja”. Entah apa maksudnya dgn gak aman, aku bilang “terima kasih perhatiannya pak ” Cari di sekitar IP, gak ada juga. Akhirnya, ke Cinde juga. Kayak apa sih ? Hmmm rupanya daerahnya cukup seram. Apalagi dah jam 5 sore. Kok kayak Pasar Bawah di Pekanbaru ya. Mana ya daerah padanannya di Jakarta ? Daerah Pulogadung kali ya. Untung bawa ‘pengawal’ orang Palembang hehehe. Alhamdulillah, dapet juga barang pesanan. Halah, cumin kayak gitu toh. :)
Next stop was toko pempek. Loh, kok baru datang dah nyari pempek ? Ya itulah, pesanan para anak terlantar itu (yeah ada 8 orang kelaparan di ujung sana). “Bawain pempek doooong….,” sebuah suara mengiba. “Lho, kok minta pempek sih. Emangnya di OKUT gak da pempek??” tanya saya. “Gak ada !!!” Iya kali ya, ikan dari mana ya. Mungkin maksudnya, ‘gak ada… yang seenak di Palembang’… atau mungkin lagi pada pengen manja aja huuuu :P
Next visit was to my best friend’s house : Singgih & his cute family Helen, Shaffa & Niza. Sebuah kejutan menyenangkan melihat Niza dengan rambut ikalnya. Sejak dia lahir saya belum ngeliat. Akhirnya kesampaian juga Nggih, berkunjung ke rumahmu, meski ternyata minggu depannya kalian dah pindah ke Bogor. It’s ok, cuma 10 menit reuni but seneng banget akhirnya bisa mengunjungi kalian di Palembang (aih sayang sekali foto2nya musnah hikshiks)
Nah, barulah pada jam 17.45, we headed to Martapura. Wueduh kok udah mulai gelap. Ooppss mati lampu pulak, jalanan gelap euy. Wah kisah pemadaman kok masih ada ya. Dulu tahun 2002, masuk Palembang juga pas gelap gulita. Skarang masih aja, hmmmfff… Tapi satu hal yang jelas berubah : jalannya muluuuussss lusss lusss. Well, who’s gone take the credit for this road ? Hussh, to anyone who deserves it deh, saya gak mau nyebut siapa2 deh, situasi rada panas, Sumsel baru menjelang Pilkada Gubernur sih hehehe.
And finally. Setelah beberapa perhentian, makan malam and isi bensin, dengan bapak sopir yang nyetir dengan kecepatan rata-rata 100 km/jam kali ya, tapi alhamdulillah bisa lumayan tidur juga di perjalanan, akhirnya nyampe jugaaaa di Martapura (ckckck… dari Indralaya tadi jam 20.00 loh, super ngebut euy). Saya ngeliat ke jam tangan, upss 23.15… time to get another sleep…… rrrrrrr…….
Subscribe to:
Posts (Atom)