Progresivisme

Progresivisme adalah filosofi politik berhaluan kiri yang berupaya memajukan kondisi manusia melalui berbagai reformasi yang bertujuan memaksimalkan kebebasan positif. Progresivisme muncul pada Abad Pencerahan, berlandaskan keyakinan bahwa peradaban di Eropa sedang mengalami kemajuan berkat penerapan pengetahuan empiris yang baru.
Progresivisme budaya dikaitkan dengan liberalisme sosial, sebuah varian liberalisme berhaluan kiri-tengah, serta demokrasi sosial.
Dalam lingkup progresivisme ekonomi, terdapat sejumlah variasi ideologis. Contoh yang menggambarkan hal ini mencakup gerakan demokrasi Kristen tertentu serta gerakan komunitarian yang cenderung konservatif. Meskipun banyak ideologi dapat dikategorikan sebagai bagian dari progresivisme, seluruh tahapan gerakan ini ditandai oleh kritik terhadap kapitalisme tanpa regulasi serta seruan bagi pemerintah demokratis yang lebih aktif untuk melindungi hak asasi manusia, mendorong perkembangan budaya, dan berperan sebagai penyeimbang terhadap monopoli perusahaan.
Jenis progresivisme lainnya mencakup tekno-progresivisme.
Sejarah Awal
[sunting | sunting sumber]Dari Abad Pencerahan hingga Revolusi Industri
[sunting | sunting sumber]Progresivisme didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar pada masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa tokoh dalam aliran ini: George Axtelle, William O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B. Thomas dan Frederick C. Neff.
Konsep progresivisme di awal abad ke-20 muncul dari perubahan sosial besar-besaran yang dibawa oleh industrialisasi dan Revolusi Industri Kedua pada akhir abad ke-19. Kaum progresif berpandangan bahwa kemajuan dihambat oleh ketimpangan ekonomi yang merajalela, monopoli perusahaan yang tidak diatur oleh pemerintah, dan konflik yang intens dan sering kali disertai kekerasan antara buruh dan elite ekonomi dengan alasan bahwa tindakan diperlukan untuk mengatasi masalah ini.
Makna dari progresivisme bervariasi dari waktu ke waktu dan tergantung perspektif. Progresivisme awal abad ke-20 termasuk pendukung eugenika dan gerakan kesederhanaan, yang keduanya dipromosikan atas nama kesehatan publik dan sebagai inisiatif menuju tujuan itu. Dalam politik modern, progresivisme umumnya dianggap sebagai bagian dari tradisi liberal-kiri. Pada abad ke-21, gerakan yang diidentifikasi sebagai progresif adalah "gerakan sosial atau politik yang bertujuan untuk mewakili kepentingan rakyat biasa melalui perubahan politik dan dukungan dari kebijakan pemerintah".
Memasuki abad ke-21 dan peralihan ke arah sosial-demokratis
[sunting | sunting sumber]Pengorganisasian internasional
[sunting | sunting sumber]Didirikan di Leipzig, Jerman, pada 22 Mei 2013, Progressive Alliance adalah organisasi politik internasional yang sebagian besar anggotanya terdiri dari partai politik dan organisasi beraliran sosial-demokratis. Organisasi ini dibentuk sebagai pengganti Socialist International yang sudah ada sebelumnya; banyak partai anggota Progressive Alliance merupakan anggota saat ini atau mantan anggota Socialist International. Pada Januari 2012, Sigmar Gabriel—yang saat itu menjabat sebagai ketua Partai Demokrat Sosial Jerman (SPD)—memutuskan untuk menghentikan pembayaran iuran keanggotaan tahunan SPD sebesar £100.000 kepada Socialist International. Gabriel mengkritik Socialist International karena menerima dan mempertahankan gerakan politik yang tidak demokratis, yang kemudian berujung pada pembentukan Progressive Alliance. Organisasi ini memiliki tujuan yang dinyatakan secara eksplisit untuk menjadi jaringan global bagi "gerakan progresif, demokratis, sosial-demokratis, sosialis, dan buruh."
Pada Mei 2020, Progressive International (PI) secara resmi didirikan dan diluncurkan pada tanggal 11 Mei 2020, sebagai tanggapan atas seruan terbuka tahun 2018 dari Democracy in Europe Movement dan Sanders Institute untuk menyatukan kekuatan progresif di seluruh dunia. Seruan terbuka tersebut menggemakan dua imbauan serupa yang diterbitkan pada tahun 2018 oleh Senator AS Bernie Sanders dan Yanis Varoufakis—seorang ekonom asal Yunani yang mendefinisikan dirinya sebagai Marxis libertarian—untuk membentuk gerakan internasional guna melawan kebangkitan otoritarianisme sayap kanan keras serta potensi pengaruh global neofasis yang direpresentasikan oleh Presiden AS Donald Trump. Pendirian PI didukung oleh sekelompok penasihat yang berjumlah 40 orang, termasuk Ece Temelkuran, Katrín Jakobsdóttir, Yanis Varoufakis, Carola Rackete, Nick Estes, Vanessa Nakate, Noam Chomsky, Arundhati Roy, Naomi Klein, Niki Ashton, Rafael Correa, Fernando Haddad, Celso Amorim, dan Alvaro Garcia Linera. PI berupaya melawan nasionalisme otoriter di seluruh dunia dan menentang apa yang mereka sebut sebagai kapitalisme bencana (disaster capitalism).